
Bayangkan sedang bekerja ketika tiba-tiba mendapat telepon dari seseorang yang suaranya sangat familiar.
“Ini aku. Tolong transfer sekarang, aku sedang ada masalah.”
Karena suara tersebut terdengar seperti teman, saudara, atau orang yang dikenal, kita mungkin langsung percaya. Apalagi jika orang tersebut terdengar panik dan meminta bantuan secepatnya.
Namun, perkembangan kecerdasan buatan (AI) membuat suara seseorang kini dapat ditiru. OJK melalui Satgas PASTI telah mengingatkan masyarakat mengenai modus penipuan yang memanfaatkan AI, termasuk voice cloning dan deepfake.
1. Penipu Tidak Selalu Membutuhkan Wajah Palsu
Ketika mendengar kata deepfake, sebagian orang mungkin langsung membayangkan video dengan wajah seseorang yang dibuat menggunakan AI. Padahal, modusnya dapat berlangsung melalui suara saja.
Teknologi voice cloning dapat digunakan untuk membuat suara yang terdengar menyerupai seseorang. Penipu kemudian dapat memanfaatkan suara tersebut dalam panggilan atau pesan suara untuk membuat korban percaya bahwa mereka sedang berkomunikasi dengan orang yang dikenal.
Situasinya bisa sangat sederhana. Penipu mengaku sebagai anak yang membutuhkan uang, teman yang sedang mengalami masalah, atau bahkan seseorang dari lingkungan kerja yang meminta bantuan.
Masalahnya, dalam situasi darurat, korban biasanya lebih fokus pada bagaimana membantu daripada memastikan siapa yang sebenarnya menghubungi.
2. Kepanikan Adalah Bagian dari Modus
Penipu memahami bahwa orang yang panik cenderung mengambil keputusan lebih cepat.
Karena itu, cerita yang digunakan biasanya dibuat mendesak. Misalnya, seseorang mengaku mengalami kecelakaan, kehilangan dompet, terjebak di suatu tempat, atau membutuhkan uang sebelum batas waktu tertentu.
Tujuannya bukan sekadar membuat korban percaya, tetapi membuat korban tidak memiliki cukup waktu untuk berpikir.
Jika menerima telepon seperti ini, jangan langsung melakukan transfer meskipun suara yang terdengar sangat familiar. Tutup telepon dan hubungi orang tersebut melalui nomor yang selama ini memang Anda kenal.
Jika tidak bisa menghubungi orang tersebut, coba tanyakan sesuatu yang hanya diketahui oleh orang yang sebenarnya. Langkah sederhana seperti ini dapat membantu memastikan bahwa komunikasi tersebut benar-benar berasal dari orang yang bersangkutan.
3. Foto Profil dan Nomor Telepon Juga Bisa Dipalsukan
Modus impersonation tidak hanya terjadi melalui suara. Penipu dapat menggunakan foto orang lain, nama perusahaan, logo, hingga identitas seseorang untuk membuat akun palsu.
Karena itu, jangan menjadikan foto profil atau nama kontak sebagai satu-satunya bukti identitas.
Hal yang sama berlaku ketika komunikasi berkaitan dengan layanan keuangan. Jika seseorang mengaku sebagai customer service dan meminta OTP, PIN, password, atau meminta Anda mengakses tautan tertentu, lakukan pengecekan melalui kanal resmi perusahaan.
Jangan memberikan data rahasia hanya karena pihak tersebut terlihat profesional atau mengetahui sebagian informasi tentang Anda.
Jangan Biarkan Teknologi Membuat Kita Lupa untuk Memverifikasi
Teknologi membuat komunikasi semakin mudah, tetapi di sisi lain juga memberikan alat baru bagi pelaku penipuan. OJK bahkan mencatat bahwa AI dapat dimanfaatkan untuk membuat tiruan suara dan wajah dalam modus penipuan.
Karena itu, kebiasaan paling sederhana yang dapat dilakukan adalah jangan langsung percaya, terutama ketika ada permintaan uang atau data pribadi yang disampaikan secara mendesak.
Berhenti sejenak. Hubungi orang yang bersangkutan melalui kanal lain. Periksa informasi. Dan jangan melakukan transaksi sebelum yakin bahwa komunikasi tersebut benar-benar berasal dari pihak yang tepat.
KrediOne merupakan penyelenggara Pindar yang berizin dan diawasi OJK. Informasi mengenai biaya, tenor, serta syarat dan ketentuan disampaikan secara transparan agar pengguna dapat memahami layanan sebelum mengajukan pendanaan.
Sebagai informasi, saat ini KrediOne hanya memiliki surat elektronik atau email resmi melalui cs@kredione.id atau customer service hotline di (021) 50880188 pada jam kerja, mulai pukul 08.00–20.00 WIB. Terkait pembatalan pinjaman, pengguna KrediOne dapat menghubungi customer service melalui email resmi tersebut.
Ketika sebuah suara terdengar sangat meyakinkan, bukan berarti kita harus langsung percaya. Dalam menghadapi penipuan digital, verifikasi tetap menjadi langkah pertama untuk melindungi diri.

Kantor Pelayanan Pelanggan
Ratu Plaza Office Tower, Lt.8,Jam Layanan Pengaduan Offline: 09:00 – 18:00 WIB
Kantor Pusat
Sampoerna Strategic Square North Tower Lt 27,Untuk sementara waktu, Kantor Pusat belum dapat menerima kunjungan tamu. Sehubungan dengan kebutuhan layanan dan keperluan operasional, Bapak/Ibu dapat mengunjungi Kantor Operasional kami.
Disclaimer Risiko
Copyright © 2026 PT Inovasi Terdepan Nusantara.
All rights reserved