
Memesan makanan lewat aplikasi sudah menjadi bagian dari rutinitas banyak orang. Tinggal pilih menu, masukkan alamat, lalu melakukan pembayaran. Semuanya bisa selesai dalam beberapa menit tanpa harus keluar rumah.
Namun, kemudahan tersebut juga membuat transaksi digital menjadi sasaran bagi pelaku penipuan. Salah satu modus yang perlu diperhatikan adalah ketika seseorang menerima informasi pembayaran melalui tautan yang mengaku berasal dari restoran, kurir, atau platform tertentu.
Sekilas, pesan tersebut mungkin terlihat biasa. Terlebih jika memang sedang menunggu pesanan.
1. Jangan Menganggap Semua Link Pembayaran Itu Resmi
Pelaku dapat membuat tautan yang tampilannya menyerupai halaman pembayaran resmi. Korban kemudian diarahkan untuk memilih metode pembayaran atau memasukkan informasi tertentu.
Masalahnya, tautan tersebut dapat membawa korban ke situs yang dibuat untuk mengambil data.
Karena itu, ketika melakukan transaksi, biasakan menyelesaikan pembayaran langsung melalui aplikasi atau platform resmi yang digunakan untuk memesan.
Jika tiba-tiba ada pihak lain yang meminta pembayaran melalui tautan berbeda, jangan langsung mengikuti instruksinya.
2. Modus Bisa Memanfaatkan Pesanan yang Memang Sedang Berjalan
Penipuan menjadi lebih meyakinkan ketika pelaku mengetahui bahwa seseorang memang sedang melakukan transaksi.
Misalnya, korban menerima pesan yang mengatakan ada masalah dengan pesanan dan pembayaran perlu dilakukan kembali. Pelaku kemudian meminta korban membuka tautan untuk “konfirmasi pembayaran”.
Situasi seperti ini dapat membuat korban tidak curiga karena memang sedang menunggu makanan.
Padahal, pihak yang menghubungi belum tentu benar-benar berkaitan dengan pesanan tersebut.
3. Jangan Masukkan Data Pribadi ke Situs yang Tidak Jelas
Jika sebuah halaman meminta nomor kartu, password, PIN, OTP, atau informasi sensitif lainnya, jangan langsung mengisinya.
Periksa alamat situs dan pastikan halaman tersebut berasal dari platform resmi. Jika masih ragu, tutup halaman tersebut dan buka aplikasi resmi secara langsung untuk mengecek status transaksi.
Kebiasaan sederhana ini dapat membantu mencegah data pribadi dan informasi keuangan jatuh ke tangan yang salah.
Transaksi Digital Harus Tetap Disertai Kewaspadaan
Kemudahan pembayaran digital memang membuat aktivitas sehari-hari menjadi lebih praktis. Namun, semakin sering kita bertransaksi secara digital, semakin penting pula untuk memperhatikan keamanan setiap transaksi.
Jangan terburu-buru karena takut pesanan dibatalkan atau pembayaran dianggap terlambat. Luangkan waktu untuk memeriksa informasi sebelum mengklik tautan atau memberikan data.
KrediOne merupakan penyelenggara Pindar yang berizin dan diawasi OJK. Informasi mengenai biaya, tenor, serta syarat dan ketentuan disampaikan secara transparan agar pengguna dapat memahami layanan sebelum mengajukan pendanaan.
Sebagai informasi, saat ini KrediOne hanya memiliki surat elektronik atau email resmi melalui cs@kredione.id atau customer service hotline di (021) 50880188 pada jam kerja, mulai pukul 08.00–20.00 WIB. Terkait pembatalan pinjaman, pengguna KrediOne dapat menghubungi customer service melalui email resmi tersebut.
Sebelum membayar, pastikan kita tahu kepada siapa uang dikirim dan melalui platform apa transaksi dilakukan. Jangan sampai pesan makanan berubah menjadi kerugian finansial.

Kantor Pelayanan Pelanggan
Ratu Plaza Office Tower, Lt.8,Jam Layanan Pengaduan Offline: 09:00 – 18:00 WIB
Kantor Pusat
Sampoerna Strategic Square North Tower Lt 27,Jam Layanan Pengaduan Offline: 09:00 – 18:00 WIB
Disclaimer Risiko
Copyright © 2026 PT Inovasi Terdepan Nusantara.
All rights reserved