
Promo tanggal kembar seperti 10.10, 11.11, dan 12.12 sudah menjadi bagian dari tren belanja online di Indonesia. Berbagai platform menawarkan potongan harga, voucher, hingga gratis ongkir yang membuat banyak produk terlihat lebih menarik untuk dibeli. Bagi konsumen, momen ini bisa menjadi kesempatan untuk mendapatkan barang dengan harga lebih rendah.
Di sisi lain, suasana promo yang berlangsung dalam waktu terbatas dapat mendorong seseorang mengambil keputusan belanja secara spontan. Barang yang awalnya tidak masuk dalam daftar kebutuhan mendadak terasa menarik karena harganya sedang turun. Jika kebiasaan ini terjadi berulang kali, pengeluaran bulanan bisa bertambah tanpa disadari. Berikut pembahasannya.
1. Diskon Besar Bisa Membuat Barang Terasa Lebih Dibutuhkan
Melihat harga barang turun dari Rp300.000 menjadi Rp180.000 tentu terasa menguntungkan. Konsumen bisa merasa telah menghemat Rp120.000, terutama ketika promo tersebut dilengkapi hitung mundur atau pemberitahuan bahwa stok hampir habis. Situasi seperti ini dapat membuat keputusan membeli terasa mendesak.
Padahal, penghematan baru benar-benar terjadi jika barang tersebut memang dibutuhkan dan pembeliannya sesuai anggaran. Jika seseorang membeli barang hanya karena diskon, uang yang dikeluarkan tetap menjadi pengeluaran tambahan. Produk yang semula tidak direncanakan justru bisa membuat anggaran untuk kebutuhan lain berkurang.
Karena itu, sebelum mengikuti flash sale, konsumen dapat memeriksa kembali daftar belanja dan membandingkan harga dengan kebutuhan sebenarnya. Memberikan jeda sebelum melakukan pembayaran juga membantu seseorang menilai apakah barang tersebut memang layak dibeli atau hanya menarik karena promosi.
2. Belanja Impulsif Bisa Membuat Anggaran Bulanan Berubah
Belanja online sering terasa praktis karena transaksi dapat dilakukan kapan saja. Seseorang bisa membeli pakaian, aksesori, perlengkapan rumah, atau produk perawatan diri hanya melalui beberapa langkah. Kemudahan tersebut membuat pembelian kecil lebih mudah dilakukan berulang kali.
Sebagai ilustrasi, seseorang membeli pakaian seharga Rp120.000, perlengkapan rumah Rp85.000, dan aksesori Rp75.000 selama periode promo. Total pengeluarannya mencapai Rp280.000. Jika pembelian tersebut tidak direncanakan, dana yang seharusnya tersedia untuk kebutuhan lain bisa ikut terpakai.
Dampaknya dapat terasa ketika tagihan rutin mulai jatuh tempo atau ketika ada kebutuhan mendadak. Pengeluaran yang terlihat kecil secara terpisah bisa menjadi cukup besar jika dikumpulkan dalam satu bulan.
Membuat batas belanja khusus untuk kebutuhan nonpokok dapat membantu menjaga pengeluaran tetap terkendali. Konsumen juga bisa mencatat total transaksi setelah mengikuti promo, sehingga keputusan belanja berikutnya didasarkan pada kondisi anggaran yang sebenarnya.
3. Menjadi Konsumen Cerdas Berarti Tahu Kapan Harus Membeli
Menikmati promo bukanlah hal yang keliru. Diskon dapat memberikan manfaat ketika digunakan untuk membeli barang yang memang dibutuhkan, terutama jika harga akhirnya lebih rendah dibandingkan harga normal di toko lain. Hal yang perlu diperhatikan adalah bagaimana promo tersebut memengaruhi keputusan dan kemampuan keuangan.
Salah satu kebiasaan yang dapat diterapkan adalah membuat daftar kebutuhan sebelum periode promo dimulai. Konsumen juga bisa menetapkan batas pengeluaran, membandingkan harga antartoko, serta memeriksa biaya tambahan sebelum menyelesaikan pembayaran. Dengan cara ini, keputusan membeli memiliki pertimbangan yang lebih jelas.
Penting pula untuk membedakan antara kebutuhan yang sudah direncanakan dan keinginan yang muncul karena promosi. Jika barang tersebut masih bisa dibeli pada kesempatan lain, tidak ada salahnya menunda transaksi dan mempertimbangkannya kembali setelah promo berakhir.
Pada akhirnya, gaya hidup belanja online menawarkan kemudahan sekaligus tantangan dalam mengelola keuangan. Promo dapat menjadi kesempatan untuk mendapatkan harga yang lebih baik, selama konsumen tetap memahami prioritasnya. Dengan kebiasaan belanja yang lebih terencana, masyarakat dapat menikmati berbagai penawaran tanpa mengabaikan kebutuhan rutin, tabungan, dan kewajiban bulanan.
KrediOne merupakan penyelenggara Pindar yang berizin dan diawasi OJK. Informasi mengenai biaya, tenor, serta syarat dan ketentuan disampaikan secara transparan agar pengguna dapat memahami layanan sebelum mengajukan pendanaan. Sebagai informasi, saat ini KrediOne hanya memiliki surat elektronik atau email resmi melalui cs@kredione.id atau customer service hotline di (021) 50880188 pada jam kerja, mulai pukul 08.00–20.00 WIB. Terkait pembatalan pinjaman, pengguna KrediOne dapat menghubungi customer service melalui email resmi tersebut.

Kantor Pelayanan Pelanggan
Ratu Plaza Office Tower, Lt.8,Jam Layanan Pengaduan Offline: 09:00 – 18:00 WIB
Kantor Pusat
Sampoerna Strategic Square North Tower Lt 27,Jam Layanan Pengaduan Offline: 09:00 – 18:00 WIB
Disclaimer Risiko
Copyright © 2026 PT Inovasi Terdepan Nusantara.
All rights reserved