
Ada masa ketika satu barang tiba-tiba terasa ada di mana-mana. Mulai dari sepatu, tas, gadget, sampai perlengkapan rumah. Awalnya mungkin kita biasa saja melihatnya. Setelah beberapa kali muncul di media sosial dan dipakai banyak orang, tiba-tiba muncul pikiran, “Kayaknya saya juga butuh.”
Padahal, sebelum barang tersebut populer, kita baik-baik saja tanpa memilikinya. Lalu kenapa tren bisa membuat sesuatu yang awalnya biasa saja berubah menjadi terasa penting?
Berikut pembahasannya.
1. Apa yang Sering Dilihat Bisa Terasa Semakin Penting
Manusia cenderung lebih memperhatikan sesuatu yang sering ditemui. Ketika sebuah produk terus muncul di media sosial, marketplace, atau digunakan oleh orang-orang di sekitar, produk tersebut menjadi semakin familiar.
Familiaritas ini bisa membuat kita merasa bahwa barang tersebut memang sedang dibutuhkan. Apalagi ketika banyak orang menggunakannya dengan cara yang terlihat menarik. Keinginan untuk memiliki akhirnya muncul meskipun kebutuhan sebenarnya belum berubah.
2. Lingkungan Bisa Memengaruhi Cara Kita Melihat Sebuah Barang
Tren juga bisa terbentuk dari lingkungan terdekat. Ketika teman kantor menggunakan gadget tertentu, teman olahraga menggunakan perlengkapan baru, atau orang-orang di komunitas mulai memakai produk yang sama, kita bisa ikut tertarik.
Hal ini bukan berarti mengikuti tren selalu menjadi keputusan yang buruk. Ada kalanya sebuah tren memang membawa produk yang lebih praktis atau sesuai dengan kebutuhan. Yang perlu diperhatikan adalah alasan di balik keputusan tersebut. Apakah kita memang membutuhkan fungsinya, atau hanya merasa perlu memilikinya karena banyak orang sudah menggunakannya?
3. Bedakan Antara Mengikuti Tren dan Menemukan Kebutuhan
Mengikuti tren sebenarnya bisa saja menjadi bagian dari gaya hidup. Persoalannya muncul ketika tren membuat seseorang mengambil keputusan tanpa mempertimbangkan kebutuhan dan kemampuan yang dimiliki.
Sebelum mengikuti sesuatu yang sedang populer, coba beri sedikit jarak dari dorongan untuk langsung memiliki. Cari tahu manfaatnya, bandingkan dengan barang yang sudah dimiliki, lalu pertimbangkan apakah produk tersebut memang relevan dengan aktivitas sehari-hari.
Cara ini juga berguna ketika tren membawa kita pada kebutuhan baru yang membutuhkan dana lebih besar. Jika suatu kebutuhan memang memerlukan pendanaan tambahan, mempertimbangkan layanan Pindar yang resmi, dengan informasi biaya, tenor, serta ketentuan yang jelas, dapat membantu proses pengambilan keputusan dilakukan secara lebih terencana.
KrediOne merupakan penyelenggara Pindar yang berizin dan diawasi OJK. Informasi mengenai biaya, tenor, serta syarat dan ketentuan disampaikan secara transparan agar pengguna dapat memahami layanan sebelum mengajukan pendanaan.
Sebagai informasi, saat ini KrediOne hanya memiliki surat elektronik atau email resmi melalui cs@kredione.id atau customer service hotline di (021) 50880188 pada jam kerja, mulai pukul 08.00–20.00 WIB. Terkait pembatalan pinjaman, pengguna KrediOne dapat menghubungi customer service melalui email resmi tersebut.

Kantor Pelayanan Pelanggan
Ratu Plaza Office Tower, Lt.8,Jam Layanan Pengaduan Offline: 09:00 – 18:00 WIB
Kantor Pusat
Sampoerna Strategic Square North Tower Lt 27,Jam Layanan Pengaduan Offline: 09:00 – 18:00 WIB
Disclaimer Risiko
Copyright © 2026 PT Inovasi Terdepan Nusantara.
All rights reserved