
Pernah merasa uang Rp100.000 dulu bisa digunakan untuk membeli beberapa kebutuhan, tetapi sekarang terasa lebih cepat habis? Nominalnya memang masih sama. Uang Rp100.000 tetap bernilai Rp100.000, tetapi barang dan jasa yang bisa didapatkan dengan uang tersebut dapat berubah dari waktu ke waktu.
Fenomena sederhana ini berkaitan dengan sesuatu yang disebut daya beli. Daya beli menggambarkan seberapa banyak barang dan jasa yang dapat diperoleh seseorang dengan sejumlah uang yang dimilikinya.
Nominal Uang Tidak Selalu Menggambarkan Kemampuan Membeli
Bayangkan seseorang memiliki Rp100.000. Pada suatu waktu, uang tersebut mungkin cukup untuk membeli makan, minuman, dan beberapa kebutuhan kecil. Beberapa waktu kemudian, dengan nominal yang sama, orang tersebut mungkin hanya mendapatkan lebih sedikit barang.
Perbedaannya terletak pada harga barang dan jasa. Ketika harga mengalami kenaikan, jumlah barang yang dapat dibeli dengan uang yang sama ikut berubah.
Karena itu, melihat kondisi keuangan hanya dari jumlah uang yang dimiliki belum memberikan gambaran secara keseluruhan. Kemampuan uang tersebut untuk memenuhi kebutuhan juga perlu diperhatikan.
Daya Beli Berkaitan dengan Kehidupan Sehari-hari
Daya beli sebenarnya dapat ditemukan dalam berbagai aktivitas sederhana. Mulai dari membeli makanan, membayar transportasi, berbelanja kebutuhan rumah tangga, hingga menikmati hiburan.
Ketika harga berbagai kebutuhan meningkat sementara pendapatan tidak berubah dalam jumlah yang sama, masyarakat dapat merasakan bahwa uang yang dimiliki menjadi lebih cepat digunakan.
Hal tersebut membuat perubahan harga menjadi sesuatu yang dekat dengan kehidupan masyarakat, meskipun istilah ekonomi yang digunakan terdengar cukup formal.
Inflasi Ikut Berperan
Salah satu faktor yang berkaitan erat dengan perubahan daya beli adalah inflasi. Secara sederhana, inflasi menggambarkan kenaikan harga barang dan jasa secara umum dalam suatu periode.
Inflasi tidak berarti seluruh harga barang naik dengan besaran yang sama. Ada barang yang mengalami kenaikan lebih cepat, ada yang relatif stabil, dan ada pula yang harganya dapat turun.
Perubahan tersebut kemudian memengaruhi pengeluaran masyarakat dengan cara yang berbeda-beda, tergantung kebutuhan dan pola konsumsi masing-masing.
Pendapatan dan Pengeluaran Perlu Dilihat Bersama
Ketika membicarakan daya beli, jumlah pendapatan juga menjadi bagian penting. Kenaikan pendapatan dapat membantu seseorang menghadapi perubahan harga, terutama ketika peningkatan pendapatan sejalan atau lebih tinggi dibanding kenaikan biaya kebutuhan.
Sebaliknya, ketika pengeluaran meningkat lebih cepat daripada pendapatan, ruang untuk memenuhi kebutuhan lain dapat menjadi semakin terbatas.
Karena itu, memahami daya beli bukan hanya soal berapa banyak uang yang masuk, tetapi juga mengenai apa saja yang dapat dipenuhi dari uang tersebut.
Rp100.000 Hari Ini dan Rp100.000 di Masa Lalu
Menariknya, contoh Rp100.000 menunjukkan bahwa nilai uang dalam kehidupan sehari-hari tidak hanya dapat dilihat dari angka yang tertulis pada lembaran uang.
Nilai nominalnya tetap sama, tetapi kemampuan membeli dapat berubah mengikuti kondisi ekonomi dan harga barang. Itulah sebabnya istilah daya beli sering digunakan untuk melihat kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan.
Pemahaman mengenai kondisi ekonomi seperti ini juga dapat membantu seseorang melihat keputusan finansial secara lebih menyeluruh. Ketika membutuhkan tambahan dana untuk kebutuhan tertentu, kemampuan membayar kembali juga perlu diperhitungkan bersama biaya, tenor, dan ketentuan layanan yang digunakan.
KrediOne merupakan penyelenggara Pindar yang berizin dan diawasi OJK. Informasi mengenai biaya, tenor, serta syarat dan ketentuan disampaikan secara transparan agar pengguna dapat memahami layanan sebelum mengajukan pendanaan. Sebagai informasi, saat ini KrediOne hanya memiliki surat elektronik atau email resmi melalui cs@kredione.id atau customer service hotline di (021) 50880188 pada jam kerja, mulai pukul 08.00–20.00 WIB. Terkait pembatalan pinjaman, pengguna KrediOne dapat menghubungi customer service melalui email resmi tersebut.

Kantor Pelayanan Pelanggan
Ratu Plaza Office Tower, Lt.8,Jam Layanan Pengaduan Offline: 09:00 – 18:00 WIB
Kantor Pusat
Sampoerna Strategic Square North Tower Lt 27,Jam Layanan Pengaduan Offline: 09:00 – 18:00 WIB
Disclaimer Risiko
Copyright © 2026 PT Inovasi Terdepan Nusantara.
All rights reserved