
Sebuah barang muncul di layar. Harganya sedang turun. Stok tinggal sedikit. Ada tulisan “promo berakhir hari ini”.
Beberapa menit kemudian, tangan sudah berada di tombol checkout.
Padahal sebelumnya tidak pernah berencana membeli barang tersebut.
Situasi seperti ini sangat dekat dengan fenomena belanja impulsif, yaitu keputusan membeli yang muncul secara spontan tanpa perencanaan sebelumnya.
Ada satu cara sederhana yang bisa dicoba untuk mengurangi keputusan seperti ini: beri jeda 48 jam sebelum membeli.
Kenapa Harus Menunggu?
Belanja impulsif sering dipengaruhi oleh emosi dan situasi sesaat.
Ketika melihat diskon besar, seseorang bisa merasa sedang mendapatkan kesempatan langka. Ketika sedang lelah atau stres, berbelanja juga bisa terasa seperti bentuk hadiah untuk diri sendiri.
Masalahnya, perasaan tersebut bisa berubah setelah beberapa jam.
Barang yang terlihat sangat menarik pada pukul 10 malam belum tentu terasa penting dua hari kemudian.
Jeda memberikan kesempatan bagi otak untuk keluar dari dorongan sesaat dan melihat keputusan dengan lebih rasional.
Selama 48 Jam, Jangan Langsung Checkout
Ketika menemukan barang yang ingin dibeli, masukkan terlebih dahulu ke wishlist atau keranjang.
Setelah itu, tinggalkan.
Selama dua hari, coba tanyakan beberapa hal sederhana.
Apakah barang tersebut memang dibutuhkan? Apakah sudah memiliki barang dengan fungsi yang sama? Apakah pembelian tersebut sudah masuk dalam anggaran bulan ini? Jika tidak ada diskon, apakah barang tersebut tetap ingin dibeli?
Jawaban dari pertanyaan tersebut sering kali membuat keputusan menjadi lebih jelas.
Diskon Tidak Selalu Berarti Hemat
Ini bagian yang sering terlupakan.
Membeli barang seharga Rp300 ribu yang sedang diskon dari Rp500 ribu memang membuat seseorang membayar lebih sedikit dibanding harga sebelumnya.
Namun jika barang tersebut sebenarnya tidak dibutuhkan, Rp300 ribu tetap merupakan pengeluaran.
Artinya, ukuran hemat bukan hanya seberapa besar potongan harga yang didapat, tetapi apakah uang tersebut memang direncanakan untuk digunakan.
Promosi juga dapat membuat seseorang merasa harus mengambil keputusan secepat mungkin. Padahal, tidak semua kesempatan belanja perlu dijawab dengan transaksi.
Bagaimana Kalau Barangnya Memang Dibutuhkan?
Aturan 48 jam bukan berarti semua pembelian harus ditunda.
Untuk kebutuhan yang memang mendesak, tentu keputusan perlu disesuaikan dengan situasi.
Trik ini lebih cocok digunakan untuk pembelian yang bersifat konsumtif dan tidak mendesak, terutama ketika muncul secara tiba-tiba.
Bahkan, aturan tersebut dapat dibuat lebih fleksibel. Barang kecil mungkin cukup ditunda selama 24 jam, sedangkan pembelian bernilai besar bisa diberi jeda lebih panjang.
Intinya bukan angka 48 jamnya.
Intinya adalah menciptakan jarak antara keinginan dan keputusan membeli.
Jeda Juga Penting Saat Memilih Layanan Keuangan
Prinsip yang sama dapat digunakan ketika mempertimbangkan layanan pendanaan.
Ketika muncul kebutuhan dana, jangan hanya melihat jumlah dana yang tersedia. Periksa biaya, tenor, jadwal pembayaran, syarat dan ketentuan, serta kemampuan membayar berdasarkan kondisi keuangan sendiri.
Keputusan finansial memiliki konsekuensi yang lebih panjang dibandingkan sekadar membeli barang di keranjang belanja.
Memberikan waktu untuk membaca informasi dan menghitung kemampuan membayar dapat membantu seseorang mengambil keputusan berdasarkan kebutuhan, bukan karena dorongan sesaat.
Pada akhirnya, trik 48 jam sebenarnya sangat sederhana. Ketika ingin membeli sesuatu yang tidak mendesak, jangan langsung bilang “tidak”. Cukup katakan, “nanti saya pikirkan lagi.”
Dua hari kemudian, bisa jadi barang tersebut masih terasa penting. Bisa juga ternyata sudah tidak menarik lagi.
KrediOne merupakan penyelenggara Pindar yang berizin dan diawasi OJK. Informasi mengenai biaya, tenor, serta syarat dan ketentuan disampaikan secara transparan agar pengguna dapat memahami layanan sebelum mengajukan pendanaan. Sebagai informasi, saat ini KrediOne hanya memiliki surat elektronik atau email resmi melalui cs@kredione.id atau customer service hotline di (021) 50880188 pada jam kerja, mulai pukul 08.00–20.00 WIB. Terkait pembatalan pinjaman, pengguna KrediOne dapat menghubungi customer service melalui email resmi tersebut.

Kantor Pelayanan Pelanggan
Ratu Plaza Office Tower, Lt.8,Jam Layanan Pengaduan Offline: 09:00 – 18:00 WIB
Kantor Pusat
Sampoerna Strategic Square North Tower Lt 27,Jam Layanan Pengaduan Offline: 09:00 – 18:00 WIB
Disclaimer Risiko
Copyright © 2026 PT Inovasi Terdepan Nusantara.
All rights reserved