
Pinjaman daring (pindar) sering jadi pilihan saat butuh dana tambahan dengan cepat. Prosesnya praktis, pengajuannya mudah, dan semuanya bisa dilakukan lewat aplikasi. Tapi karena aksesnya mudah, sering kali orang jadi kurang hati-hati saat menggunakannya. Padahal, kalau dipakai tanpa perhitungan yang matang, pinjaman yang awalnya terasa membantu justru bisa bikin kondisi keuangan makin berat.
Supaya nggak salah langkah, ada beberapa kesalahan yang masih sering dilakukan saat pakai pindar, sebagai berikut:
Salah satu kesalahan yang paling sering terjadi adalah menggunakan pindar untuk kebutuhan yang sebenarnya masih bisa ditunda. Misalnya buat belanja impulsif, ikut tren, atau memenuhi gaya hidup sesaat.
Padahal, pinjaman sebaiknya dipakai untuk kebutuhan yang memang jelas dan penting. Misalnya kebutuhan mendesak, biaya kesehatan, pendidikan, atau hal lain yang memang perlu diprioritaskan.
Banyak orang senang karena limitnya besar atau dana yang cair cukup banyak. Tapi sering lupa, yang harus dipikirkan bukan cuma jumlah uang yang diterima, tapi juga berapa yang harus dibayar balik.
Sebelum ajukan pinjaman, yang paling penting justru menghitung apakah cicilannya masih masuk akal untuk kondisi keuangan saat ini. Jangan sampai cicilan malah mengganggu kebutuhan utama seperti makan, transportasi, tagihan bulanan, atau kebutuhan rumah tangga.
Kadang karena buru-buru, orang langsung setuju tanpa benar-benar lihat detail pinjamannya. Padahal, hal-hal seperti bunga, biaya admin, tenor, dan denda keterlambatan itu penting banget buat dipahami dari awal.
Jika detail ini diabaikan, pinjaman yang kelihatannya kecil bisa terasa jauh lebih besar saat waktunya bayar.
Ini salah satu pola yang paling berisiko. Saat cicilan mulai terasa berat, sebagian orang justru cari pinjaman baru untuk menutup yang lama. Jika terus dilakukan, ini bisa jadi awal dari kebiasaan gali lubang tutup lubang.
Lama-lama, tekanan finansial ikut menumpuk dan membuat kondisi ini bikin keuangan makin susah dikendalikan.
Kesalahan lain yang sering dianggap sepele adalah menunda pembayaran. Kadang karena merasa masih ada waktu, jadi orang mudah menunda. Padahal, keterlambatan bisa bikin beban makin berat. Ada biaya tambahan, ada risiko cicilan makin menumpuk, dan kalau terus berulang, kondisi keuangan juga bisa makin tertekan.
Kalau sudah ambil pinjaman, penting banget buat langsung siapin strategi bayarnya. Bisa dilakukan dengan pasang reminder tanggal jatuh tempo atau menyisihkan dana dari awal agar tidak telat.
Pindar pada dasarnya bisa jadi solusi jika dipakai di waktu yang tepat dan untuk kebutuhan yang memang jelas, karena itu, sebelum ajukan pinjaman, penting untuk memperhitungkan finansial yang dimiliki. Kalau dari awal sudah dipikirkan dengan matang, pindar bisa tetap jadi alat bantu. Tapi kalau asal ambil karena prosesnya mudah, risikonya bisa ikut datang.
Sebagai informasi, saat ini KrediOne hanya memiliki surat elektronik atau email resmi melalui cs@kredione.id atau customer service hotline di (021) 50880188 pada jam kerja, mulai pukul 08.00 - 20.00 WIB. Selain itu, terkait perihal pembatalan pinjaman KrediOne dapat menghubungi customer service kami di email yang tertera di atas.

Kantor Pusat
Sampoerna Strategic Square North Tower Lt 27,Kantor Pelayanan Pelanggan
Komplek Arteri Mas No 64 dan 64B,Disclaimer Risiko
Copyright © 2026 PT Inovasi Terdepan Nusantara.
All right reserved